Mimbar Akademika FH. UISU Medan : "Meretas Jalan Demokrasi : Menuju Pemilu 2019 Yang Berdaulat"

Foto untuk : Mimbar Akademika FH. UISU Medan : "Meretas Jalan Demokrasi : Menuju Pemilu 2019 Yang Berdaulat"

Medan, 25 Januari 2019, Aula Fakultas Hukum UISU Medan, Pukul 08.30 Wib. Mimbar Akademika Fakultas Hukum UISU Medan dengan tema “ Meretas Jalan Demokrasi : Menuju Pemilihan Umum 2019 yang berdaulat”. Pelaksanaan Kegiatan tersebut dihadiri oleh Dekan Fakultas Hukum Universitas Islam Sumatera Utara sekaligus sebagai Narasumber yaitu Bapak Dr.Marzuki Lubis,SH.,M.Hum, Komisioner KPU Kota Medan, Pembantu Dekan I, Pembantu Dekan II, Ketua dan Sekretaris Program Studi FH UISU, Dosen FH UISU, Tenaga Pendidikan dan Mahasiswa serta beberapa tamu undangan dari Universitas yang berbeda. 

Mimbar akademika dibuka langsung oleh Pembantu Dekan II yaitu Ibu Hj.Susilawati,SH.,M.Hum.
Tema “ Meretas Jalan Demokrasi : Menuju Pemilihan Umum 2019 Yang Berdaulat” menjadi tema yang diangkat dalam pelaksanaan mimbar akademika kali ini sebagai langkah menuju penyelenggaraan Pemilu Serentak yang akan dilaksanakan langsung pada april 2019 dengan ketiga narasumber yang berkompeten dibidangnya yaitu :
1.    Bapak Edy Suhartono selaku Komisioner KPU Kota Medan
2.    Bapak Dr.Marzuki,SH.,M.Hum sebagai akademisi
3.    Bapak Irwansyah sebagai Akademisi .
Yang dipandu oleh Moderator Bapak Dr.Ibnu Affan,SH.,M.Hum

Dari ketiga narasumber tersebut dapat disimpulkan bahwa “Pemilu yang berdaulat timbul dari pemilu yang berkualitas dan akan menjadikan negara semakin kuat karena demokrasi yang bersih dan berintegritas”. Pemilu berdaulat dan negara kuat juga merupakan tagline dan visi yang ingin dicapai KPU pada Pemilu 2019. Pemilu yang berdaulat timbul dari Parameter Pemilu yang Berkualitas yang dilakukan oleh penyelenggara berkualitas, peserta yang berkualitas dan pemilih berkualitas, ketiga narasumber sepakat bahwa paremeter pemilu berkualitas memiliki beberapa aspek penting lainnya seperti:
1.    Pelaksanaan pemilu harus memberikan peluang sepenuhnya kepada pemilih untuk bersaing secara jurber dan jurdil.
2.    Pelaksanaan pemilu harus benar-benar bertujuan untuk memilih pemimpin-pemimpin yang berkualitas.
3.    Pelaksanaan pemilu harus mengedepankan asas kebebasan dalam demokrasi serta kejujuran.
4.    Penguatan  instrument dan penyelenggara pemilu meliputi kelembagaan, proses pemilu dan keanggotaan yang bersih untuk menghindarkan kemungkinan-kemungkinan terkecil adanya keputusan penyelenggara (lembaga) yang mengganggu kemurnian pemilu. Pemilu bersih dan berintegritas tetap harus dikedepankan.

E-learning
Siakad
E-Journal
Perpustakaan
Sistem Informasi Dosen
Tracert Study
PMB UISU
Flag Counter